Dear diari
    hari ini, selasa 30 maret 2020 terjadi big bang acident. aku buat masalah lagi dengan pacar ku. hingga dia marah bsar sampai sampai dia jalan kaki waktu pulang dari kedai tempat aku kerja. yah, dia marah karena dia merasa sudah kelamaan nunggu aku datang. yaps dia marah karena aku telat datang, selain itu dia marah besar bukan cuma karena aku telat datang buat jemput dia tapi karena aku hari ini yang harusnya berangkat buka kedai tempat jualanku tapi aku tidak buka, dan aku beralasan terlambat buka itu hanya karena hari hujan. yah walau itu bukan alasan tapi memang faktaa bahwa hari ini memang lagi hujan lebat. dan aku punya banyak barang bawaan untuk dipertimbangkan jikalau aku harus menembus derasnya hujan, oke mari lupakan masalah hujan dan barang bawaan yang jadi masalah adalah saat ini aku berstatus sebagai pekerja dengan salah satu kenalan kami yang tentu saja pacarku yang lebih mengenal mereka, bisa dibilang aku kerja karena koneksi dari pacarku, dia kecewa denganku yang lupa dengan kewajiban untuk jualan, dia marah karena aku sudah menyia-nyiakan kepercayaan yang sudah kenalan dia berikan padaku. dia marah karena aku irangnya tidak menghargai waktu, yah kurasa juga dia enggk salah menuduh aku demikian, harusnya aku lebih hati-hati ketika sudah diberi taggung jawah harusnya aku lebih bisa dipercaya dalam hal itu. yah dan aku engkkk bisa ngelak lagi aku juga menyadari bahwa aku memang sangat salah, dan yang bikin aku merasa bersalah adalah dia harus nekat jalan kaki di tengah hujan yang masih turun walaupun tidak lebat lagi, yah dengan exspresi muka marah dia menatapku dengan penuh kebenciankarena selain aku sudah terlambat datang aku juga enggk tepat sama omonganku yang sudah bilang sebentar lagi aku jalan dari mendalo dari rumah salah satu kawanku, semula aku sudah sampai kedai saat hujan masih turun karena aku paksakan untuk menerobos hujan, aku tau akan ada masalah yang lebih pelik ketika aku tidak menerobos hujan ini segera namun keputusan yang aku ambl terlalu terlambat harusnya aku pergi tepat seperti jadwal dimana aku harus buka kedai jualanku tapi aku terlambat 2 jam untuk hal itu, hingga membuat dia marah mungkin dia menangis jika dilihat dari raut muka dia saat bertemu di jalan, tapi entahlah. karena dia menolak untuk naik motor denganku dan ttetap jalan kaki, meski sudah aku paksa dengan cukup lama tapi tetap saja dia menolak untuk naik motor, bahkan sempat pula aku kena pukul oleh dia karena aku terlalu memaksa untuk dia mau dengan ku karena aku tau kondisinya memang hari sedang hujan, yah walau dia tetap menolak untuk naik dan dengan terpaksa aku tinggalkan dia jalan kaki di tengah tengah hujan gerimis, aku pun masih tidak enak hati hingga ketika aku sampai di kosan ku aku letakkan barang bawaan ku lalu aku putar kepala untuk menjemput dia.tapi hasilnya tetap saja dengan exspresi marah menolak untuk aku jemput, hingga dia malah menyuruh aku untuk membuka kedai, dan aku putuskan untuk mandi dan berencana membuka kedai, namun belum sempat aku berangkat dia sudah sampai di depan kosan. dan emosinya dia menahan aku untuk kekedai dan dia mencaci aku semua sumpah serapah terkeluar tanpa kecuali dari mulut dia untuk ku, yah dengan semua aku tidak punya hal untuk melawan balik kata katanya, bukan aku takut tapi lebih karena untuk menjaga apa yang sudah aku miliki,

Komentar